Skip to main content

Puput Soroti Minimnya Perlindungan Driver Online Perempuan

 



JAKARTA SELATAN– Perlindungan terhadap pengemudi ojek online (ojol) perempuan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain menghadapi risiko kecelakaan kerja saat menjalankan pesanan, driver online perempuan juga rentan mengalami pelecehan verbal maupun nonverbal serta diskriminasi di lingkungan kerja.

Melaui kesempatan pada acara podcast "Ruang Public", Puput menyoroti bahwa perlindungan terhadap driver online perempuan belum sepenuhnya mencerminkan keadilan, khususnya dalam aspek keselamatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.



Menurutnya, masih banyak driver online perempuan yang harus bekerja hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut membuat mereka harus menghadapi berbagai risiko di lapangan, mulai dari potensi kecelakaan hingga ancaman pelecehan dan gangguan keamanan.

Di sisi lain, akses terhadap perlindungan seperti BPJS dan proses klaim kecelakaan kerja dinilai masih menghadapi berbagai kendala. Penerapan kode etik oleh aplikator juga menjadi sorotan karena dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan dan perlindungan driver.

Wanita yang biasa dipanggul Puput ini menegaskan bahwa pemberdayaan driver online perempuan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengabaikan hak-hak mereka. Ia juga mempertanyakan penyebutan driver online sebagai mitra UMKM apabila status tersebut justru berpotensi mengaburkan kebutuhan akan perlindungan dan kesejahteraan.

“Menurut saya, driver online perempuan tidak sebanding jika dikatakan sebagai mitra UMKM. Driver memang harus diberdayakan, tetapi jangan sampai hak-hak driver online justru hilang sehingga kesejahteraan tidak tercipta,” tegas Puput.

Menurutnya, pemberdayaan seharusnya berjalan beriringan dengan pemenuhan hak, jaminan keselamatan, dan kepastian perlindungan bagi pengemudi. Dengan demikian, driver online perempuan tidak hanya dituntut untuk produktif, tetapi juga mendapatkan perlindungan yang layak atas risiko pekerjaan yang mereka hadapi.

Puput berharap persoalan yang dihadapi driver online perempuan mendapat perhatian lebih luas dari pemerintah, aplikator, dan masyarakat. Perlindungan terhadap pengemudi perempuan tidak cukup hanya melalui program pemberdayaan, tetapi harus disertai jaminan keselamatan, akses jaminan sosial, mekanisme klaim kecelakaan yang adil, serta kebijakan aplikator yang tidak merugikan pengemudi.

Baginya, kesejahteraan driver online harus menjadi tujuan utama. Sebab, di balik fleksibilitas kerja yang selama ini digaungkan, terdapat risiko dan kerentanan yang nyata, terutama bagi perempuan yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalan raya.

Comments

Popular posts from this blog

DPD FSPEED Depok Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

DPD FSPEED Depok   Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera  Depok, 7 Desember 2025 - Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa yang tertimpa musibah bencana alam di Sumatra, Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia DPD Depok (DPD FSPEED Depok ) menggelar aksi penggalangan donasi selama sepekan, mulai dari 30 November hingga 7 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di dua titik strategis, yakni Lampu Merah Margonda dan Cisalak, Depok . Dalam aksi ini, para pengemudi ojek yang tergabung dalam DPD FSPEED Depok  melakukan penggalangan dana langsung kepada pengguna jalan yang melintas di lampu merah (ngecrek), serta mengumpulkan pakaian layak pakai dari masyarakat. Seluruh hasil donasi dan pakaian yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Lembaga Penyaluran Bantuan Bencana untuk Sumatera yang kemudian diteruskan kepada para korban bencana di Sumatra . Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh DPD FSPEED Depok , anta...

FSpeed Berangkatkan Puluhan Ojol Mudik Gratis Rute Jakarta–Surabaya

Jakarta, 17 Maret 2026 — Federasi Serikat Pengemudi Daring (FSpeed) resmi memberangkatkan program Ojol Mudik Bareng FSpeed 2026 pada Selasa pagi (17/3). Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama FSpeed mengadakan mudik gratis bagi anggotanya. Pemberangkatan dilakukan tepat pukul 10.00 WIB dari sekretariat FSpeed di depan Universitas Pancasila. Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari pengemudi ojek online beserta keluarga tampak antusias mengikuti program ini. Perjalanan mudik menggunakan bus pariwisata dengan rute panjang dari Jakarta menuju Surabaya. Adapun jalur yang ditempuh melalui jalur selatan, melintasi: Cirebon, Purwokerto, Wates, Yogyakarta, Solo, Madiun, Mojokerto, Terminal Bungurasih Surabaya. Penanggung jawab kegiatan, Cang Tarman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya program ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesi...

Kabar Gembira Buat Ojol! Perpres 27 Tahun 2026 Resmi Terbit Potongan Resmi Tinggal 8 Persen

Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia Gelar Doa Bersama Sambut Perpres Nomor 27 Tahun 2026 untuk Ojol Jakarta, 11 Mei 2026 — Kabar gembira datang bagi jutaan pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia. Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur batas maksimal potongan komisi aplikator menjadi hanya 8 persen. Melalui aturan tersebut, para pengemudi ojol disebut akan menerima hingga 92 persen pendapatan dari total perjalanan mereka. Kebijakan ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru dalam perjuangan kesejahteraan pengemudi online di Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur atas terbitnya regulasi tersebut, dipimpin Deputy Presiden Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (FSPEED) menggelar kegiatan Doa Bersama Ojol pada Minggu, 10 Mei 2026 pagi di Kedai Kopi Besok Pagi, Jakarta. Di tempat terpisah, Presiden Federasi Serikat Pengemudi Daring, Bang Budiman menyampaikan rasa syukur atas Perpres No 27 ini. Menurutnya salah satu ...