Skip to main content

FSpeed Berangkatkan Puluhan Ojol Mudik Gratis Rute Jakarta–Surabaya

Jakarta, 17 Maret 2026 — Federasi Serikat Pengemudi Daring (FSpeed) resmi memberangkatkan program Ojol Mudik Bareng FSpeed 2026 pada Selasa pagi (17/3). Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama FSpeed mengadakan mudik gratis bagi anggotanya.

Pemberangkatan dilakukan tepat pukul 10.00 WIB dari sekretariat FSpeed di depan Universitas Pancasila. Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari pengemudi ojek online beserta keluarga tampak antusias mengikuti program ini.

Perjalanan mudik menggunakan bus pariwisata dengan rute panjang dari Jakarta menuju Surabaya. Adapun jalur yang ditempuh melalui jalur selatan, melintasi: Cirebon, Purwokerto, Wates, Yogyakarta, Solo, Madiun, Mojokerto, Terminal Bungurasih Surabaya.

Penanggung jawab kegiatan, Cang Tarman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya program ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang telah memfasilitasi kegiatan mudik bareng ini,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Presiden FSpeed, Budiman, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah awal organisasi dalam memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Tahun ini adalah kali pertama FSpeed mengadakan mudik bareng gratis. Kami berharap ini bisa membantu teman-teman ojol untuk melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa melihat antusiasme anggota yang tinggi, FSpeed berencana mengembangkan program ini di tahun mendatang.

“InsyaAllah tahun depan akan kami tambah armada, tidak hanya jalur selatan ke Surabaya, tetapi juga membuka jalur utara. Permintaan dari anggota sangat besar dan ini menjadi motivasi kami untuk terus berkembang.”

Program Mudik Bareng FSpeed ini menjadi bukti nyata kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan anggotanya, khususnya dalam momentum Ramadan dan Idulfitri. Selain membantu secara ekonomi, kegiatan ini juga mempererat solidaritas antar sesama pengemudi ojek online.

Dengan keberhasilan pelaksanaan tahun ini, FSpeed optimistis program mudik gratis ini akan menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak anggota di masa mendatang.

Comments

Popular posts from this blog

DPD FSPEED Depok Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

DPD FSPEED Depok   Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera  Depok, 7 Desember 2025 - Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa yang tertimpa musibah bencana alam di Sumatra, Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia DPD Depok (DPD FSPEED Depok ) menggelar aksi penggalangan donasi selama sepekan, mulai dari 30 November hingga 7 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di dua titik strategis, yakni Lampu Merah Margonda dan Cisalak, Depok . Dalam aksi ini, para pengemudi ojek yang tergabung dalam DPD FSPEED Depok  melakukan penggalangan dana langsung kepada pengguna jalan yang melintas di lampu merah (ngecrek), serta mengumpulkan pakaian layak pakai dari masyarakat. Seluruh hasil donasi dan pakaian yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Lembaga Penyaluran Bantuan Bencana untuk Sumatera yang kemudian diteruskan kepada para korban bencana di Sumatra . Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh DPD FSPEED Depok , anta...

Tak Ada Kata Terlambat: Kisah Abdul Manaf, Ojol yang Raih Sarjana di Usia 52 Tahun

Di balik helm hijau dan jaket lusuh seorang pengemudi ojek daring, tersimpan kisah luar biasa tentang keteguhan hati, cinta keluarga, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju martabat. Dialah Abdul Manaf , pria kelahiran Jombang, 5 April 1973 , yang akhirnya lulus sebagai Sarjana Ekonomi pada 15 September 2025 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GICI Business School Depok — setelah menempuh perjalanan pendidikan selama lebih dari dua dekade. Awal Perjuangan: Mimpi yang Sempat Terhenti Manaf mulai kuliah pada tahun 1998. Namun, nasib belum berpihak. Ia harus berpindah-pindah kampus karena tidak mampu membayar biaya kuliah . Beberapa kali mencoba peruntungan di kampus berbeda — STAI Al-Hikmah Jakarta , STIE Tunas Patria Depok , dan STAI Salahudin Alayubi Rawamangun — tapi semuanya hanya bertahan satu semester. “Bukan karena saya malas, tapi memang tak punya biaya. Saat anak mulai masuk sekolah dan kuliah, saya pilih berhenti dan fokus ke mereka,” ujarnya. Abdul Man...