CILEGON, BANTEN – Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (FSPEED) Kota Cilegon menggelar diskusi strategis bertema “Penguatan Kesejahteraan dan Gerakan Pengemudi Online dalam Ekosistem Digital” di Klinik Anggrek Cilegon, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi ojek online (ojol), mulai dari kesejahteraan, kondisi pendapatan, tingginya biaya operasional, hingga kepastian status dan perlindungan hukum bagi pengemudi dalam ekosistem ekonomi digital.
Diskusi dihadiri Ketua FSPEED Cilegon Akmalian Akbar Santhosa, ST, Sekretaris DPD FSPEED Cilegon Wardian, Anggota DPRD Banten Dr. Shinta Wisnu Wardhani, serta Aktivis Ketenagakerjaan Aulia Kusumawati, ST.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas pentingnya memperkuat posisi dan perjuangan pengemudi online, khususnya dalam menghadapi perubahan ekosistem transportasi dan layanan digital.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kepastian status hukum pengemudi, termasuk pembahasan mengenai posisi pengemudi sebagai pekerja platform maupun alternatif kebijakan yang mengategorikan pengemudi dalam skema UMKM.
Pak Anwar menekankan pentingnya menentukan arah perjuangan pengemudi berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi di lapangan.
“Pilihan driver untuk berjuang sebagai pekerja platform dan kondisi driver online yang penuh tantangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Shinta Wisnu Wardhani menyoroti pentingnya membangun kekompakan di antara para pengemudi. Menurutnya, perjuangan secara kolektif diperlukan agar aspirasi pengemudi dapat disampaikan dan diperjuangkan secara lebih terorganisasi.
“Pentingnya driver online berjuang secara kolektif dan bersatu agar mendapatkan tujuan yang maksimal,” tegasnya.
Di sisi lain, FSPEED menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah organisasi yang mendorong peningkatan kesejahteraan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta advokasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi online.
Perwakilan FSPEED, Abah Yanto, menyampaikan bahwa organisasi akan terus mendorong berbagai kegiatan positif sekaligus memperkuat advokasi bagi pengemudi.
“FSPEED hadir untuk melahirkan kegiatan-kegiatan positif untuk peningkatan SDM, mengadvokasi, dan mendorong regulasi nasional yang berpihak kepada driver online,” ujarnya.
Diskusi strategis di Cilegon tersebut diharapkan dapat memperkuat konsolidasi dan solidaritas pengemudi online. Selain itu, forum ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pengemudi, organisasi, dan berbagai pihak terkait dalam mendorong kebijakan yang memberikan kepastian serta perlindungan bagi pengemudi di era ekonomi digital.
FSPEED menilai penguatan organisasi dan dialog publik menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kepentingan pengemudi secara terarah, sekaligus mendorong lahirnya regulasi yang mampu memberikan perlindungan dan kepastian bagi pekerja di sektor platform digital.


Comments
Post a Comment