
Jakarta, 17 Juli 2026 – Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (FSPEED) Jakarta Utara terus memperjuangkan terciptanya ekosistem kerja yang lebih adil bagi para pengemudi transportasi daring. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui audiensi dan silaturahmi dengan Komisaris Ilhamsyah di Pelindo Tower, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan para pengemudi ojek online (ojol), yakni kewajiban membayar biaya akses setiap memasuki kawasan pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Biaya tersebut dinilai menambah beban operasional pengemudi, baik saat mengantar maupun menjemput penumpang, mengirim pesanan makanan, maupun menjalankan layanan berbasis aplikasi lainnya di lingkungan pelabuhan.

Ketua DPD FSPEED Jakarta Utara, Ahmad Yani, menegaskan bahwa pengemudi daring merupakan bagian penting dari rantai layanan transportasi yang mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di kawasan pelabuhan. Oleh karena itu, sudah selayaknya mereka memperoleh kemudahan akses agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien.
"Pembebasan biaya akses bukan sekadar meringankan beban pengemudi, tetapi juga merupakan bentuk keberpihakan kepada pekerja sektor ekonomi digital yang setiap hari melayani kebutuhan masyarakat," ujar Ahmad Yani.
Selain isu akses masuk kawasan pelabuhan, pertemuan juga membahas peluang kolaborasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Pelindo. Selama ini Pelindo dikenal aktif menjalankan berbagai program sosial, seperti pembagian paket sembako, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan sosial lainnya pada momentum Hari Kemerdekaan maupun akhir tahun. FSPEED berharap para pengemudi daring dapat menjadi bagian dari program-program tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam mendukung mobilitas masyarakat.
Audiensi dihadiri oleh Ketua DPD FSPEED Jakarta Utara Ahmad Yani, Sekretaris Hari, dan Humas Adi. Pertemuan turut didampingi oleh Dewan Pembina FSPEED Dedi Hartono bersama Dian dari Bidang Ketenagakerjaan yang memfasilitasi jalannya dialog.
FSPEED mengapresiasi keterbukaan Komisaris Pelindo dalam menerima aspirasi para pengemudi daring. Organisasi berharap komunikasi yang telah terjalin dapat ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret, termasuk kajian terhadap usulan pembebasan biaya akses masuk kawasan pelabuhan dan perluasan kolaborasi melalui program CSR.
FSPEED meyakini bahwa sinergi antara Pelindo dan komunitas pengemudi daring akan memberikan manfaat bagi semua pihak. Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, kebijakan yang berpihak kepada pekerja juga akan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan ekosistem transportasi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Bebas Biaya Akses Ojol
Comments
Post a Comment