Jakarta, 17 Februari 2026 — Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (FSpeed) turut hadir dalam pernyataan sikap yang digelar oleh Inisiator Aliansi Buruh dan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian dan Kemerdekaan Palestina. Aksi tersebut mendesak supaya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil peran kepemimpinan dalam Board of Peace (BoP) Gaza yang dibentuk oleh Amerika Serikat.
Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan organisasi buruh dan masyarakat sipil yang aktif menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dalam kesempatannya, Presiden FSpeed, Budiman Sudardi, menyampaikan dukungan penuh kepada seruan tersebut. Menurut Budiman, keterlibatan Indonesia dalam kepemimpinan BoP Gaza harus berlandaskan prinsip keadilan yang menghormati suara dan aspirasi rakyat Palestina — khususnya mereka yang tengah berjuang di Gaza.
“BoP Gaza harus dipimpin oleh Presiden Prabowo agar proses perdamaian dan kemerdekaan Palestina tidak mengesampingkan pihak-pihak Palestina serta para pejuang di Gaza. Kepemimpinan itu harus membawa harapan baru, bukan sekadar legitimasi diplomasi tanpa melibatkan rakyat Gaza secara nyata,” ujar Budiman Sudardi dalam pernyataannya.
Sudardi menambahkan bahwa FSpeed hadir bukan hanya atas nama buruh digital, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kemanusiaan, keadilan internasional, dan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Aksi ini juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya isu politik luar negeri semata, tetapi menjadi bagian dari solidaritas buruh dan masyarakat sipil yang melihat bahwa perdamaian sejati hanya bisa terwujud apabila prosesnya benar-benar inklusif dan menghormati martabat rakyat Palestina.
Aliansi penyelenggara meminta agar Indonesia tidak sekadar menjadi anggota BoP Gaza, tetapi mengambil peran lebih signifikan—bahkan jika diperlukan sebagai Ketua Bersama (Co-Chair)—untuk memastikan pembangunan kembali Gaza benar-benar berpihak kepada rakyat yang terdampak konflik.
FSpeed berharap suara solidaritas ini menjadi bagian dari tekanan moral dan politik agar pemerintahan Indonesia dapat memainkan peran yang lebih adil dan manusiawi dalam proses perdamaian di wilayah konflik. Solidaritas ini sejalan dengan prinsip kebebasan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang selama ini diperjuangkan oleh pekerja dan masyarakat Indonesia.
Hadir dalam kegiatan ini, Abah Yanto (Deputy Presiden), Akmal (Sekjen), Cang Tarman (Hub Antar Lembaga), Firmansyah (Kaderisasi)
Comments
Post a Comment