Skip to main content

Speed Hadiri FGD BAM DPR RI Bahas Regulasi Transportasi Online Berkeadilan, Aplikator Besar Absen



Bekasi Selatan, Kota Bekasi – Perwakilan komunitas pengemudi daring Speed menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pada Rabu (14/5/2025) pukul 09.00 WIB. Acara yang bertempat di Alun-Alun M Hasibuan Jl Pramuka No 59 Marga Jaya, Bekasi Selatan ini mengusung tema "Menata Ulang Regulasi Transportasi Online Berkeadilan" sebagai bagian dari festival aspirasi BAM DPR RI.

Hadir dalam forum tersebut Ketua Harian Speed, Abah Yanto, dan Wakil Koordinator Wilayah (Korwil) Speed Jawa Barat, Bang Akmal, yang turut menyuarakan aspirasi para pengemudi daring.

FGD ini merupakan inisiasi BAM DPR RI yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Kemkomdigi), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UMKM), perwakilan perusahaan aplikator, serta 19 organisasi komunitas pengemudi daring dari berbagai daerah, termasuk Speed.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi spontan para pengemudi daring korban aplikator yang terjadi pada Rabu (7/5/2025) di depan kantor Kemenhub, Jakarta Pusat. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap praktik pemotongan komisi oleh aplikator yang dinilai sangat memberatkan, bahkan mencapai lebih dari 20%.

Dalam FGD ini, Speed bersama perwakilan pengemudi daring lainnya kembali menyampaikan tuntutan utama mereka, yaitu penetapan batas maksimal komisi aplikator sebesar 10%. Mereka berharap regulasi yang berpihak dapat segera diwujudkan demi keberlangsungan mata pencaharian para pengemudi daring.

"Aplikator harus menurunkan potongan komisi maksimal 10%, sekarang driver sudah kesulitan beban ekonomi ditambah potongan komisi yang cukup besar" ujar Abah Yanto.

Disisi lain, Akmal menyoroti ketidakhadiran sejumlah perusahaan aplikator besar dalam forum penting ini. "Dari pihak aplikator, hanya perwakilan dari Maxim sementara perwakilan dari Gojek, Indriver, dan Grab gak hadir" ujar Akmal. 

Ketidak hadiran aplikator besar ini sontak menuai kekecewaan mendalam dari para pengemudi daring serta anggota DPR RI yang hadir.

Anggota DPR RI, Muh Haris, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran perwakilan aplikator besar tersebut. Beliau menilai tindakan ini sebagai bentuk meremehkan kegiatan yang memiliki urgensi tinggi dalam mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi para pengemudi daring.

FGD ini dipandang krusial dalam menyoroti peran aktif pemerintah untuk melakukan intervensi regulasi yang dapat menciptakan hubungan yang lebih adil dan berkelanjutan antara perusahaan aplikator dan para mitra pengemudi. Kehadiran perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi aspirasi para pengemudi daring. Namun, absennya para pemain utama di industri aplikasi transportasi online menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen mereka dalam mencari solusi bersama.

Para perwakilan pengemudi daring, termasuk Speed, berharap agar forum-forum diskusi seperti ini dapat terus berlanjut dan menghasilkan regulasi konkret yang dapat melindungi hak-hak mereka serta menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih berkeadilan. Ketidakhadiran sebagian aplikator dalam FGD ini menjadi catatan penting yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah untuk mengambil langkah tegas demi terciptanya keadilan bagi para pengemudi daring di Indonesia.(/bds)

Comments

Popular posts from this blog

DPD FSPEED Depok Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

DPD FSPEED Depok   Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera  Depok, 7 Desember 2025 - Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa yang tertimpa musibah bencana alam di Sumatra, Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia DPD Depok (DPD FSPEED Depok ) menggelar aksi penggalangan donasi selama sepekan, mulai dari 30 November hingga 7 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di dua titik strategis, yakni Lampu Merah Margonda dan Cisalak, Depok . Dalam aksi ini, para pengemudi ojek yang tergabung dalam DPD FSPEED Depok  melakukan penggalangan dana langsung kepada pengguna jalan yang melintas di lampu merah (ngecrek), serta mengumpulkan pakaian layak pakai dari masyarakat. Seluruh hasil donasi dan pakaian yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Lembaga Penyaluran Bantuan Bencana untuk Sumatera yang kemudian diteruskan kepada para korban bencana di Sumatra . Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh DPD FSPEED Depok , anta...

Tak Ada Kata Terlambat: Kisah Abdul Manaf, Ojol yang Raih Sarjana di Usia 52 Tahun

Di balik helm hijau dan jaket lusuh seorang pengemudi ojek daring, tersimpan kisah luar biasa tentang keteguhan hati, cinta keluarga, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju martabat. Dialah Abdul Manaf , pria kelahiran Jombang, 5 April 1973 , yang akhirnya lulus sebagai Sarjana Ekonomi pada 15 September 2025 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GICI Business School Depok — setelah menempuh perjalanan pendidikan selama lebih dari dua dekade. Awal Perjuangan: Mimpi yang Sempat Terhenti Manaf mulai kuliah pada tahun 1998. Namun, nasib belum berpihak. Ia harus berpindah-pindah kampus karena tidak mampu membayar biaya kuliah . Beberapa kali mencoba peruntungan di kampus berbeda — STAI Al-Hikmah Jakarta , STIE Tunas Patria Depok , dan STAI Salahudin Alayubi Rawamangun — tapi semuanya hanya bertahan satu semester. “Bukan karena saya malas, tapi memang tak punya biaya. Saat anak mulai masuk sekolah dan kuliah, saya pilih berhenti dan fokus ke mereka,” ujarnya. Abdul Man...

FSpeed Berangkatkan Puluhan Ojol Mudik Gratis Rute Jakarta–Surabaya

Jakarta, 17 Maret 2026 — Federasi Serikat Pengemudi Daring (FSpeed) resmi memberangkatkan program Ojol Mudik Bareng FSpeed 2026 pada Selasa pagi (17/3). Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama FSpeed mengadakan mudik gratis bagi anggotanya. Pemberangkatan dilakukan tepat pukul 10.00 WIB dari sekretariat FSpeed di depan Universitas Pancasila. Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari pengemudi ojek online beserta keluarga tampak antusias mengikuti program ini. Perjalanan mudik menggunakan bus pariwisata dengan rute panjang dari Jakarta menuju Surabaya. Adapun jalur yang ditempuh melalui jalur selatan, melintasi: Cirebon, Purwokerto, Wates, Yogyakarta, Solo, Madiun, Mojokerto, Terminal Bungurasih Surabaya. Penanggung jawab kegiatan, Cang Tarman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya program ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesi...