Menteng, Jakarta Pusat – Ratusan anggota Serikat Pengemudi Daring (Speed) bergerak melakukan aksi longmarch dari Gedung Juang 45, Menteng, menuju Monumen Nasional (Monas) pada peringatan Hari Buruh Internasional, May Day 2025. Aksi ini menjadi bagian dari perayaan dan momentum untuk menyuarakan tuntutan mendesak terkait regulasi yang melindungi hak-hak pengemudi ojek online (ojol) sebagai pekerja.
Sebelum memulai aksi longmarch, Koordinator Nasional Speed, Budiman Sudardi, menyampaikan orasi di hadapan ratusan anggota di Gedung Juang 45. Dalam orasinya, Budiman menegaskan kembali tujuan utama kehadiran mereka dalam perayaan May Day tahun ini, yaitu mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi yang komprehensif dan berkeadilan bagi para pengemudi daring.
"Hari ini, di Hari Buruh Internasional, kita hadir bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk menuntut hak-hak kita sebagai pekerja," ujar Budiman dengan lantang. "Sudah saatnya pemerintah mengakui dan melindungi kita dengan regulasi yang jelas, bukan hanya sebagai mitra, tetapi sebagai pekerja yang memiliki hak atas upah layak, jam kerja yang manusiawi, dan jaminan sosial."
Selain fokus pada isu kesejahteraan pengemudi daring di tanah air, Speed juga menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap isu kemanusiaan global. Dalam aksi ini, mereka turut menyampaikan solidaritas yang kuat kepada para pekerja di Palestina yang terdampak dan kehilangan pekerjaan akibat genosida yang dilakukan oleh Israel. Aksi ini menjadi simbol bahwa perjuangan hak-hak pekerja melampaui batas-batas geografis danSpeed berdiri bersama para pekerja di seluruh dunia yang mengalami penindasan.
Momentum May Day 2025 ini dipandang Speed sebagai peluang emas untuk membawa perubahan positif. Mereka berharap, peringatan Hari Buruh tahun ini akan menjadi titik balik bagi pemerintah untuk lebih serius dalam menanggapi aspirasi dan keluhan para pengemudi daring. Perubahan regulasi yang berpihak pada kesejahteraan mereka menjadi harapan utama yang dibawa dalam aksi longmarch ini.
Tak lupa, Budiman Sudardi juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh Internasional kepada seluruh pekerja di berbagai belahan dunia. Secara khusus, ia menyampaikan harapan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh pekerja, terutama bagi mereka yang saat ini tengah berada dalam situasi sulit, seperti para pekerja di Palestina.
Semangat perjuangan membara di sepanjang rute longmarch. Dengan seruan "Hidup, Merdeka" yang terus digaungkan, para pengemudi daring ini kembali menekankan kondisi kerja yang selama ini mereka alami. Jam kerja yang panjang, seringkali dari subuh hingga subuh, upah yang tidak sebanding dengan beban kerja, serta sistem kerja yang eksploitatif menjadi sorotan utama.
Speed menegaskan bahwa kondisi kerja para pengemudi ojol saat ini sudah berada di titik yang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serta tindakan nyata dari pemerintah. Mereka menuntut adanya perbaikan regulasi mendasar demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang layak bagi para pekerja di sektor transportasi daring ini.
Comments
Post a Comment