Skip to main content

Aksi Damai Pekerja Platform Digital: 9 Serikat Bersatu Tuntut Perpres Perlindungan & THR Berkeadilan

Jakarta – Ribuan pekerja platform digital yang tergabung dalam Aliansi Simpul Rembug Pekerja Platform akan menggelar Aksi Damai Penyampaian Aspirasi Kolektif pada Senin, 9 Februari 2026. Aksi ini menjadi momentum penting persatuan pekerja ojek online, pengantar barang, dan layanan berbasis aplikasi untuk menuntut pengakuan hukum dan perlindungan sosial yang adil dari negara.

Aliansi ini terdiri dari 9 organisasi serikat pekerja platform, yaitu:
SEPETA, FSpeed, STI-KSBI, SPPOI, Spedol–Aspek, FTIA-KSBSI, SEPOI, SDPI, dan SErdadu.


Selama ini para pengemudi dan pekerja platform telah menjadi tulang punggung layanan transportasi dan logistik digital di Indonesia. Namun di balik kontribusi besarnya, mereka masih menghadapi berbagai persoalan mendasar: pendapatan tidak pasti, potongan sepihak, suspend tanpa kejelasan, hingga ketiadaan jaminan sosial.

Aksi ini menjadi bentuk seruan kolektif bahwa pekerja platform tidak boleh terus bekerja tanpa perlindungan negara.

Dalam pernyataannya, Aliansi menegaskan bahwa perjuangan ini bukan menuntut status buruh formal konvensional seperti pekerja pabrik, melainkan:

Pengakuan sebagai Pekerja Platform Digital – kelas pekerja baru yang lahir dari perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Model kerja ojol memiliki karakteristik unik: fleksibel, berbasis aplikasi, dan sistem kemitraan digital. Karena itu, dibutuhkan model perlindungan khusus, bukan pendekatan hubungan kerja tradisional.

Pengakuan tersebut dimaksudkan untuk:

  • Mengikat perlindungan sosial dan jaminan kesejahteraan
  • Menjaga fleksibilitas kerja khas ojol
  • Menjamin sistem bagi hasil (sharing profit) yang adil dan transparan
  • Mencegah eksploitasi sepihak oleh perusahaan platform

Aliansi juga menolak narasi keliru yang menyebut pengakuan pekerja akan berujung pada pengaturan jam kerja kaku, PHK massal, atau usia pensiun.

“Itu bukan tuntutan kami. Realitas kerja ojol berbeda. Kami butuh perlindungan, bukan pembatasan,” tegas perwakilan aliansi.

Tuntutan Utama: Terbitkan PERPRES & THR Berkeadilan

Menjawab kondisi darurat perlindungan pekerja platform digital, Aliansi mendesak pemerintah untuk:

  1. Segera menerbitkan PERPRES Perlindungan Pekerja Platform Digital
  2. Memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) yang adil bagi pekerja platform

Menurut aliansi, Peraturan Presiden (PERPRES) menjadi payung hukum paling cepat dan konkret untuk memastikan adanya kepastian perlindungan. 

Dalam aksi ini, FSpeed hadir dipimpin langsung oleh Deputy Presiden Abah Yanto.

Beliau menegaskan bahwa selama ini pekerja platform bekerja tanpa perlindungan hukum yang jelas.

“Selama ini tidak ada payung hukum yang benar-benar melindungi pekerja platform. Karena itu FSpeed mendesak pemerintah segera menerbitkan Perpres perlindungan pekerja platform digital. Ini kebutuhan mendesak, bukan sekadar wacana,” ujar Abah Yanto.

FSpeed menilai Perpres akan menjadi fondasi penting untuk menghadirkan keadilan, kepastian pendapatan, serta perlindungan sosial bagi jutaan pengemudi di Indonesia.

Aksi ini diharapkan menjadi pesan kuat bahwa pekerja platform bukan sekadar mitra aplikasi, melainkan pekerja yang berhak atas keadilan dan perlindungan negara.

Dengan semangat persatuan sembilan serikat, Aliansi Simpul Rembug Pekerja Platform mengajak seluruh pekerja digital untuk berdiri bersama, menyuarakan hak, dan memperjuangkan masa depan yang lebih layak.

“Bersatu kita kuat. Perlindungan hukum adalah hak, bukan belas kasihan.”

Comments

Popular posts from this blog

DPD FSPEED Depok Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

DPD FSPEED Depok   Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera  Depok, 7 Desember 2025 - Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa yang tertimpa musibah bencana alam di Sumatra, Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia DPD Depok (DPD FSPEED Depok ) menggelar aksi penggalangan donasi selama sepekan, mulai dari 30 November hingga 7 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di dua titik strategis, yakni Lampu Merah Margonda dan Cisalak, Depok . Dalam aksi ini, para pengemudi ojek yang tergabung dalam DPD FSPEED Depok  melakukan penggalangan dana langsung kepada pengguna jalan yang melintas di lampu merah (ngecrek), serta mengumpulkan pakaian layak pakai dari masyarakat. Seluruh hasil donasi dan pakaian yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Lembaga Penyaluran Bantuan Bencana untuk Sumatera yang kemudian diteruskan kepada para korban bencana di Sumatra . Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh DPD FSPEED Depok , anta...

Tak Ada Kata Terlambat: Kisah Abdul Manaf, Ojol yang Raih Sarjana di Usia 52 Tahun

Di balik helm hijau dan jaket lusuh seorang pengemudi ojek daring, tersimpan kisah luar biasa tentang keteguhan hati, cinta keluarga, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju martabat. Dialah Abdul Manaf , pria kelahiran Jombang, 5 April 1973 , yang akhirnya lulus sebagai Sarjana Ekonomi pada 15 September 2025 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GICI Business School Depok — setelah menempuh perjalanan pendidikan selama lebih dari dua dekade. Awal Perjuangan: Mimpi yang Sempat Terhenti Manaf mulai kuliah pada tahun 1998. Namun, nasib belum berpihak. Ia harus berpindah-pindah kampus karena tidak mampu membayar biaya kuliah . Beberapa kali mencoba peruntungan di kampus berbeda — STAI Al-Hikmah Jakarta , STIE Tunas Patria Depok , dan STAI Salahudin Alayubi Rawamangun — tapi semuanya hanya bertahan satu semester. “Bukan karena saya malas, tapi memang tak punya biaya. Saat anak mulai masuk sekolah dan kuliah, saya pilih berhenti dan fokus ke mereka,” ujarnya. Abdul Man...

FSpeed Berangkatkan Puluhan Ojol Mudik Gratis Rute Jakarta–Surabaya

Jakarta, 17 Maret 2026 — Federasi Serikat Pengemudi Daring (FSpeed) resmi memberangkatkan program Ojol Mudik Bareng FSpeed 2026 pada Selasa pagi (17/3). Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama FSpeed mengadakan mudik gratis bagi anggotanya. Pemberangkatan dilakukan tepat pukul 10.00 WIB dari sekretariat FSpeed di depan Universitas Pancasila. Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari pengemudi ojek online beserta keluarga tampak antusias mengikuti program ini. Perjalanan mudik menggunakan bus pariwisata dengan rute panjang dari Jakarta menuju Surabaya. Adapun jalur yang ditempuh melalui jalur selatan, melintasi: Cirebon, Purwokerto, Wates, Yogyakarta, Solo, Madiun, Mojokerto, Terminal Bungurasih Surabaya. Penanggung jawab kegiatan, Cang Tarman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya program ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesi...