Jakarta — Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (FSpeed) kembali menegaskan komitmennya untuk terus berada di barisan perjuangan pekerja platform digital di Indonesia dalam Diskusi Publik Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform bertajuk “Mendesak PERPRES dan Bonus Hari Raya (BHR) bagi Pekerja Platform Digital” yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026 di LBH Jakarta, Jalan Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat.
Dalam kegiatan tersebut, FSpeed diwakili oleh Abah Yanto selaku Deputy Presiden FSpeed.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Yanto menyampaikan bahwa perjuangan pekerja platform tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dibangun di atas semangat persatuan dan saling menguatkan antar sesama pekerja.
“Kita harus terus berikhtiar agar perjuangan ini semakin kokoh di masa yang akan datang. Kuncinya adalah saling mendukung satu sama lain antar pekerja platform, tanpa memandang sekat organisasi,” tegas Abah Yanto.
Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi pengemudi ojol dan kurir online hari ini semakin kompleks, mulai dari potongan aplikasi yang tinggi, sistem kerja yang tidak transparan, hingga minimnya perlindungan sosial dan kepastian hukum. Oleh karena itu, konsolidasi gerakan menjadi sebuah keniscayaan.
Ditempat terpisah, Budiman Sudardi, Presiden FSpeed manyatakan bahwa FSpeed mengambil bagian dalam Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform. Ini menjadi sebuah wadah bersama yang dibentuk untuk menjadi ruang diskusi, konsolidasi, serta pengambilan keputusan strategis dalam perjuangan pekerja platform digital di Indonesia.
"Aliansi ini menyatukan berbagai serikat dan komunitas pengemudi ojol serta kurir online dalam satu barisan perjuangan." ujarnya
Melalui forum ini, berbagai persoalan mendasar pekerja platform dibahas secara terbuka, sekaligus dirumuskan menjadi tuntutan kolektif kepada pemerintah dan perusahaan aplikator, termasuk dorongan percepatan regulasi melalui Peraturan Presiden (Perpres) serta pemenuhan hak-hak dasar pekerja seperti perlindungan sosial dan Bonus Hari Raya (BHR).
Abah Yanto kembali menegaskan bahwa kehadiran FSpeed dalam Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform adalah bentuk komitmen nyata untuk terus membangun kekuatan bersama.
“FSpeed meyakini bahwa hanya dengan persatuan dan perjuangan kolektif, nasib pekerja platform bisa benar-benar diperjuangkan dan diubah ke arah yang lebih adil dan bermartabat,” ujarnya.
Ke depan, FSpeed bersama Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform berkomitmen untuk terus memperkuat barisan, memperluas konsolidasi, dan mengawal perjuangan pekerja platform agar mendapatkan pengakuan, perlindungan hukum, serta keadilan sosial yang layak.

Comments
Post a Comment